RESUME KELOMPOK 5
MODEL USER DALAM
DESAIN
A.
Model
Kognitif
Presentasi model kognitif dibagi dalam kategori:
·
Representasi
hirarki tugas (task) user dan struktur goal formulasi goal dan tugas
·
Model
linguistik dan gramatik
Grammar dari translasi artikulasi dan
bagaimana pemahamannya oleh user
·
Model
tingkat device dan fisik (artikulasi pada tingkat motorik manusia)
artikulasi tingkat motorik manusia dan bukan
tingkat pemahaman manusia
Hirarki Tugas dan Goal
Banyak model menggunakan model pemrosesan
mental dimana user mencapai goal dengan menemukan sub-goal dengan cara
divide-and-conquer.
Model yang akan dibahas:
·
GOMS(Goals,
Operators, Methods and Selections)
·
CCT
(Cognitive Complexity Theory)
GOMS
· Goal; goal apa yang ingin dicapai oleh user
· Operator; level terendah analisa, tindakan
dasar yang harus dilakukan user dalam menggunakan sistem
· Methods; Ada beberapa cara yang dilakukan
dimana memisahkan kedalam beberapa subgoals
Contoh: pada window manager, perintah CLOSE
dapat dilakukan dengan menggunakan popup menu atau hotkey
·
Selection;
Pilihan terhadap metode yang ada
Analisa struktur goal GOMS dapat digunakan
untuk mengukur kinerja. Kedalaman tumpukan struktur goal dapat digunakan untuk
mengestimasi kebutuhan memori jangka-pendek.
Cognitive Complexity Theory (CCT)
· CCT (Kieras dan Polson) dimulai dengan premis dasar dekomposisi goal dari GOMS dan menyempurnakan model untuk menghasilkan kekuatan yang lebih terprediksi.
· Deskripsi goal user berdasarkan hirarki goal mirip-GOMS, tetapi diekspresikan terutama menggunakan production rules yang merupakan urutan rules:If kondisi then aksi, dimana kondisi adalah pernyataan tentang isi dari memori kerja. Aksi dapat terdiri satu atau lebih aksi elementary.
·
Rule
dalam CCT dapat digunakan untuk menerangkan fenomena error, tetapi tidak dapat
memprediksi
Contoh: rule untuk menginsert space tidak
mengecek modus editor yang digunakan
·
Semakin
banyak production rules dalam CCT semakin sulit suatu interface untuk
dipelajari
Problem CCT:
·
Semakin
detail deskripsinya, size deskripsi dapat menjadi sangat besar
·
Pemilihan
notasi yang digunakan
Contoh: pada deskripsi sebelumnya (NOTE executing
insert space) hanya digunakan untuk membuat rule INSERT-SPACE-DONE di fire pada
waktu yang tepat. Disini tidak jelas sama sekali signifikansi kognitifnya
·
CCT
adalah engineering tool dengan pengukuran singkat learnability dan difficulty
digabung dengan dekripsi detail dari user behaviour.
B. Model Hirarki
Representasi
hirarki tugas (task) user dan struktur goal : terkait dengan masalah formulasi
dan tugas.
Contoh
hirarki Basis Data :

C. Model Fisik dan Device
Keystroke
Level Model (KLM)
Tugas dapat
didekomposisi menjadi dua fase:
a.
Akuisisi
tugas, ketika user membangun representasi mental dari tugas
b.
Execution
tugas menggunakan fasilitas sistem
KLM hanya memberikan prediksi untuk kegiatan pada
tahap berikutnya.
KLM merupakan bentuk model GOMS tingkat terendah.
Model mendekomposisi fase eksekusi menjadi operator
motor-fisik, operator mental dan operator respons
a.
K keystroking
b.
B menekan
tombol mouse
c.
P pointing,
menggerakkan mouse (atau sejenis) ke target
d.
H Homing,
perpindahan tangan antar mouse dan keyboard
e.
D menggambar
garis dengan mouse
f.
M persiapan
mental untuk tindakan fisik
g.
R respon
sistem, dapat diabaikan jika user tidak perlu menunggu untuk itu
Three-State
Model
Ada berbagai macam device penunjuk yang
digunakan selain mouse. Device biasanya dapat dinyatakan equivalen secara
logika (dilihat dari level aplikasi), tetapi dilihat dari karakteristik motor -
sensor fisiknya berbeda. three-state model dibuat untuk mewakili device
tersebut.
Problem Space
Model
Problem
dijabarkan sebagai pencarian ke setiap state yang memungkinkan dari beberapa
state awal ke state goal, keseluruhan state ini berikut transisinya biasa juga
disebut state space. Proses pencarian solusi disebut Problem space.
Interactive
cognitive sub-systems (ICS)
ICS
membentuk sebuah model dari persepsi kognitif dan aksi. user sebagai mesin
pemroses informasi. Penekanannya dalam menentukan kemudahan melaksanakan
prosedur tindakan tertentu dengan membuatnya lebih mudah dilaksanakan didalam
user itu sendiri.
D. Arsitektur Koknitif
Asumsi arsitektur yang mendasari permodelan
koknitif.
Problem Space Model
Dalam ilmu komputer, problem biasanya dijabarkan sebagai pencarian
kesetiap state yang memungkinkan dari beberapa state awal ke state goal,
keseluruhan state ini berikut transisinya biasa juga disebut state space.
Proses pencarian solusi biasanya disebut Problem space.
Interactive Cognitive Sub-Systems (ICS)
ICS membentuk sebuah model dari persepsi kognitif dan aksi. ICS memandang
user sebagai mesin pemroses informasi. Penekanannya dalam menentukan kemudahan melaksanakan
prosedur tindakan tertentu dengan membuatnya lebih mudah dilaksanakan di dalam
user itu sendiri.
Arsitektur ICS dibangun
dengan mengkoordinasikan sembilan subsystem yang lebih kecil: lima sub-system
periferal yang berkontak langsung secara fisik dan empat adalah sentral, yang
menyangkut
pemrosesan mental.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar