Rabu, 17 Desember 2014

kelompok 5



RESUME KELOMPOK 5

MODEL USER DALAM DESAIN
A.    Model Kognitif
            Presentasi model kognitif dibagi dalam kategori:
·         Representasi hirarki tugas (task) user dan struktur goal formulasi goal dan tugas
·         Model linguistik dan gramatik
Grammar dari translasi artikulasi dan bagaimana pemahamannya oleh user
·         Model tingkat device dan fisik (artikulasi pada tingkat motorik manusia)
artikulasi tingkat motorik manusia dan bukan tingkat pemahaman manusia

            Hirarki Tugas dan Goal

Banyak model menggunakan model pemrosesan mental dimana user mencapai goal    dengan menemukan sub-goal dengan cara divide-and-conquer.
Model yang akan dibahas:
·         GOMS(Goals, Operators, Methods and Selections)
·         CCT (Cognitive Complexity Theory)

GOMS

·      Goal; goal apa yang ingin dicapai oleh user
·      Operator; level terendah analisa, tindakan dasar yang harus dilakukan user dalam menggunakan sistem
·      Methods; Ada beberapa cara yang dilakukan dimana memisahkan kedalam beberapa subgoals
Contoh: pada window manager, perintah CLOSE dapat dilakukan dengan             menggunakan popup menu atau hotkey
·         Selection; Pilihan terhadap metode yang ada
Analisa struktur goal GOMS dapat digunakan untuk mengukur kinerja. Kedalaman tumpukan struktur goal dapat digunakan untuk mengestimasi kebutuhan memori jangka-pendek.

Cognitive Complexity Theory (CCT)

·         CCT (Kieras dan Polson) dimulai dengan premis dasar dekomposisi goal dari GOMS dan menyempurnakan model untuk menghasilkan kekuatan yang lebih terprediksi.

·         Deskripsi goal user berdasarkan hirarki goal mirip-GOMS, tetapi diekspresikan terutama menggunakan production rules yang merupakan urutan rules:If kondisi then aksi, dimana kondisi adalah pernyataan tentang isi dari memori kerja. Aksi dapat terdiri satu atau lebih aksi elementary.

·           Rule dalam CCT dapat digunakan untuk menerangkan fenomena error, tetapi tidak dapat memprediksi
       Contoh: rule untuk menginsert space tidak mengecek modus editor yang digunakan
·           Semakin banyak production rules dalam CCT semakin sulit suatu interface untuk dipelajari
Problem CCT:
·         Semakin detail deskripsinya, size deskripsi dapat menjadi sangat besar
·         Pemilihan notasi yang digunakan
Contoh: pada deskripsi sebelumnya (NOTE executing insert space) hanya digunakan untuk membuat rule INSERT-SPACE-DONE di fire pada waktu yang tepat. Disini tidak jelas sama sekali signifikansi kognitifnya
·         CCT adalah engineering tool dengan pengukuran singkat learnability dan difficulty digabung dengan dekripsi detail dari user behaviour.

B.     Model Hirarki
Representasi hirarki tugas (task) user dan struktur goal : terkait dengan masalah formulasi dan tugas.
Contoh hirarki Basis Data :
C.    Model Fisik dan Device
Keystroke Level Model (KLM)
Tugas dapat didekomposisi menjadi dua fase:
a.       Akuisisi tugas, ketika user membangun representasi mental dari tugas
b.      Execution tugas menggunakan fasilitas sistem
KLM hanya memberikan prediksi untuk kegiatan pada tahap berikutnya.
KLM merupakan bentuk model GOMS tingkat terendah.
Model mendekomposisi fase eksekusi menjadi operator motor-fisik, operator mental dan operator respons
a.       K keystroking
b.      B menekan tombol mouse
c.       P pointing, menggerakkan mouse (atau sejenis) ke target
d.      H Homing, perpindahan tangan antar mouse dan keyboard
e.       D menggambar garis dengan mouse
f.       M persiapan mental untuk tindakan fisik
g.      R respon sistem, dapat diabaikan jika user tidak perlu menunggu untuk itu
Three-State Model
Ada berbagai macam device penunjuk yang digunakan selain mouse. Device biasanya dapat dinyatakan equivalen secara logika (dilihat dari level aplikasi), tetapi dilihat dari karakteristik motor - sensor fisiknya berbeda. three-state model dibuat untuk mewakili device tersebut.
Problem Space Model
Problem dijabarkan sebagai pencarian ke setiap state yang memungkinkan dari beberapa state awal ke state goal, keseluruhan state ini berikut transisinya biasa juga disebut state space. Proses pencarian solusi disebut Problem space.
Interactive cognitive sub-systems (ICS)
ICS membentuk sebuah model dari persepsi kognitif dan aksi. user sebagai mesin pemroses informasi. Penekanannya dalam menentukan kemudahan melaksanakan prosedur tindakan tertentu dengan membuatnya lebih mudah dilaksanakan didalam user itu sendiri. 
D.    Arsitektur Koknitif
Asumsi arsitektur yang mendasari permodelan koknitif.
Problem Space Model
Dalam ilmu komputer, problem biasanya dijabarkan sebagai pencarian kesetiap state yang memungkinkan dari beberapa state awal ke state goal, keseluruhan state ini berikut transisinya biasa juga disebut state space. Proses pencarian solusi biasanya disebut Problem space.
Interactive Cognitive Sub-Systems (ICS)
ICS membentuk sebuah model dari persepsi kognitif dan aksi. ICS memandang user sebagai mesin pemroses informasi. Penekanannya dalam menentukan kemudahan melaksanakan prosedur tindakan tertentu dengan membuatnya lebih mudah dilaksanakan di dalam user itu sendiri.
            Arsitektur ICS dibangun dengan mengkoordinasikan sembilan subsystem yang lebih kecil: lima sub-system periferal yang berkontak langsung secara fisik dan empat adalah sentral, yang menyangkut
pemrosesan mental.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar